004/DPM-D/PR/II/2016 D’METAMORF SIDANG ISTIMEWA II

Dewan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Peternakan telah mengadakan Sidang Istimewa II mengenai Standar Penilaian Program Kerja (SPPK) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Peternakan pada hari Jumat, 19 Februari 2016. Sidang Istimewa II dimulai pada pukul 17.12 WIB. Sidang Istimewa II ini dihari oleh Ketua dan Wakil Ketua BEM D, Ketua Faam Al Anaam, Ketua Kepal-D serta mahasiswa Umum. Sidang Istimewa II diawali dengan pembukaan oleh MC yaitu Ratna Puspita Haryati. Rangkaian Sidang Istimewa II diawali dengan pemukaan, pembacaan tilawah, pembacaan panduan sidang, penetapan presidium II dan III, pembacaan tata tertib sidang, pembacaan Standar Penilaian Program Kerja ( SPPK), penetapan SPPK serta penutup.Sidang dipimpin oleh Hafid Arya Pradana selaku ketua Dewan Perwakilam Mahasiswa Fakultas Peternakan sebagai presidium I, Yuhelesi selaku presidium II dan Retno Palupi sebagai presidium III. Sidang Istimewa II dihadiri oleh 12 peserta penuh dari DPM D. pembacaan Standar Penilaian Program Kerja ( SPPK) BEM D disampaikan oleh Muhammad Lukmanudin selaku koordinator pembuat SPPK. Penilaian program kerja dimulai dari kegiatan, departemen, lembaga / LS kemudian keputusan kerja.

Penilaian program kerja dibagi tiga indikator. Indikator yang pertama yaitu administrasi memiliki nilai 40, pelaksanaan memiliki nilai 30 dan pencapaian memiliki nilai 30. Dari tiga indikator ini jumlah keseluruhan yaitu 100. Dari 3 indikator ini terdapat 12 rincian. Masing-masing indikator memiliki rincian nilai yang berbeda-beda. Perincian nilai yang berbeda-beda ini dipertimbangkan atas dasar bobot berat masing-masing perincian. Berdasarkan hasil sidang rekapitulasi nilai untuk penilaian program kerja yaitu :

  1. Nilai sub Program kerja diperoleh dari jumlah nilai indikator dikurangi nilai pelanggaran.
  2. Nilai Program Kerja diperoleh dari jumlah nilai sub Program Kerja di Program Kerja tersebut dibagi dengan jumlah sub Program Kerja di Program Kerja tersebut atau apabila Program Kerja tidak memiliki sub Program kerja, maka nilai Program Kerja di peroleh dari jumlah indikator di kurangi jumlah poin pelanggaran
  3. Nilai Lembaga diperoleh dari jumlah nilai Program Kerja dibagi dengan jumlah Program Kerja di departemen tersebut.

Penilaian sub program kerja dan program kerja berdasarkan nilai yang diperoleh dan hasil sidang yaitu :

  1. Apabila nilai kinerja suatu sub program kerja < 70, sub program kerja tersebut akan dihapuskan.
  2. Apabila nilai kinerja suatu program kerja < 70,program kerja tersebut akan dibekukan untuk satu tahun kepengurusan berikutnya kecuali program kerja yang bersifat peningkatan kapabilitas mahasiswa dan sosial kemasyarakatan.
  3. Kinerja lembaga diterima jika minimal nilai total kinerja lembaga = 70 dengan mempertimbangkan kesesuaian dengan peraturan yang berlaku.
  4. Apabila nilai kinerja sub program kerja <70, maka ketua pelaksana wajib menjadi pengurus BEM D periode selanjutnya dan untuk pengurus BEM D angkatan 50 wajib membina BEM D periode selanjutnya sampai dengan terlaksananya upgrading BEM D, LKMM dan Dekan Cup.

            Apabila terjadi pelanggaran berdasarkan hasil sidang berdampak pada pemberian nilai minus (-) diakhir rekapitulasi penilaian pada setiap sub program kerja/program kerja. Pelanggarannya adalah Setiap acara sub program kerja/program kerja melebihi jam kegiatan kemahasiswaan minus 2. Tidak mengkoordinasikan rapat general kepada DPM – D minus 1 perapat. Terjadi kericuhan saat acara berlangsung minus 3. Terjadi premanisme saat berlangsungnya acara minus 5. Menimbulkan kerusakan fasilitas kampus maupun publik minus 5. Sidang Istimewa II ditutup tepat pukul 18.23 WIB.

 

 

 

#tega(s)Hati

#SidangIstimewa II

#D’METAMORF

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *